Makalah Etika dan Fungsi fungsi Organisasi Perusahaan

MAKALAH ILMIAH

ETIKA DAN FUNGSI FUNGSI ORGANISASI PERUSAHAAN

 



DOSEN :

Hj.I.G.A.AJU NITYA DHARMANI, S.ST., S.E., M.M

 

DISUSUN OLEH :

ACHMAD FAUZAN (01221054)

 

FAKULTAS HUKUM,EKONOMI,&PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

UNIVERSITAS NAROTAMA

2021

Jl. Arief Rachman Hakim 51, Sukolilo Surabaya (60117)

Telp. (031)594 -6404, 599-5578

Fax. (031)593-121 

www.narotama.ac.id

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang Etika dan Fungsi-fungsi organisasi perusahaan.ini dengan baik dan sudah tersistimatis ilmiah meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.

 

Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Hj.I.G.A.AJU NITYA DHARMANI, S.ST., S.E., M.M selaku Dosen mata kuliah Etika Bisnis  yang telah memberikan tugas ini kepada saya. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua sumber/pihak yang telah membantu kami selama proses penyusunan makalah ini.

 

Saya berharap makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan saya mengenai konsep Etika bisnis beserta fungsinya dalam organisasi perusahaan. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, dengan senang hati saya menerima kritik dan saran untuk perbaikan makalah yang telah kami buat ini.

 

 

 

 

 

 

Surabaya,13 November 2021

 

 

Achmad Fauzan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR. 2

DAFTAR ISI 3

BAB I PENDAHULUAN.. 4

Latar Belakang. 4

Rumusan Masalah. 4

Tujuan Penulisan. 5

BAB II PEMBAHASAN.. 6

Pengertian Etika Bisnis. 6

Tujuan dan Manfaat Etika. 7

Prinsip-prinsip Etika Bisnis. 8

Etika dalam Lingkungan Bisnis. 9

Pengertian dan Fungsi-Fungsi Organisasi Dalam Perusahaan. 9

BAB III PENUTUP. 12

Kesimpulan. 12

Saran. 12

DAFTAR PUSTAKA.. 13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

mendefinisikan etika sebagai prinsip nilai dan kepercayaan yang merupakan cara berpikir mengenai perilaku manusia di bawah pangkal tolak pandangan baik dan buruk atau benar dan salah dari norma-norma dan nilai-nilai, pertanggung jawaban dan pilihan. Dalam dunia bisnis etika memiliki peranan yang sangat penting ketika keuntungan bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan organisasi.Bisnis juga akan menjadi lebih sukses jika mempunyai perhatian pada etika, karena hal ini akan meningkatkan reputasi organisasi dan meningkatkan motivasi karyawan serta dapat mengurangi berbagai kerugian akibat perilaku yang kurang etis yang dilakukan oleh karyawan. Perilaku yang tidak etis seperti minum-minuman keras, penggunaan obat-obatan terlarang di tempat kerja, penyalahgunaan email, tidak melaporkan pelanggaran karyawan lain kepada manajemen, serta berbagai pelanggaraan etika lainnya. Hal ini dapat menjadi sesuatu yang serius mengingat perilaku yang tidak etis dapat menjurus kearah Tindakan kriminal serta perilaku lain yang merugikan perusahaan, baik finansial maupun non finansial.Banyak sebab yang menjadikan perilaku yang tidak etis yang ditunjukkan karyawan tersebut muncul. Hal ini terkait pada individu karyawan saja, tetapi juga menyangkut keseluruhan proses dalam organisasi. Dalam hal ini manajemen sumber daya manusia mempunyai peran penting untuk menjamin bahwa organisasi bertindak secara fair dan etis karyawan , klien, serta stakeholder lainnya. Manajemen sumber daya manusia memainkan peran penting dalam membantu organisasi untuk meningkatkan nilai-nilai etika organisasi.Manajemen merupakan pendorong organisasi dalam usaha melatih karyawan agarmempunyai etika bisnis yang sesuai dengan organisasi, sehingga tindakan kurang etis dapatdi cegah. Fungsi manajemen sumber daya manusia adalah melindungi organisasi daritindakan yang tidak etis dari karyawan. Manajemen sumber daya manusia juga bertanggung jawab dalam usaha-usaha organisasi untuk menangani etika perilaku, dapat mampu menjadi penggerak dalam organisasi dalam menanggani isu-isu etika, serta bertanggung jawabdalam pengembangan dan pelatihan mengenai pentingnya peningkatan moral karyawan.

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan etika bisnis?

2. Apa tujuan dan manfaat etika?

3. Apa  saja prinsip etika dalam bisnis?

4. Bagaimana etika dalam lingkungan bisnis?

5.  Apa pengertian dan fungsi-fungsi organisasi perusahaan?

 

 

Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian etika bisnis.

2. Mengetahui tujuan dan manfaat etika.

3. Mengetahui prinsip etika dalam bisnis.

4. Mengetahui etika dalam lingkungan bisnis.

5. Mengetahui pengertian dan fungsi-fungsi organisasi perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pengertian Etika Bisnis

Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu:

  1. Utilitarian Approach: Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  2. Individual Rights Approach: Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  3. Justice Approach: Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

 

 

 

Tujuan dan Manfaat Etika

Etika bisnis sangat dibutuhkan oleh semua pengusaha baru maupun pengusaha yang sudah lama terjun di dunia bisnis. Dengan tujuan bagi pengusaha adalah untuk mendorong kesadaran moral dan memberikan batasan-batasan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis untuk menjalankan good business dan tidak melakukan monkey business atau dirty business. Hal tersebut dapat merugikan banyak pihak yang terkait.

Dengan demikian, para pelaku bisnis memiliki aturan yang dapat mengarahkan mereka dalam mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang baik sehingga dapat diikuti oleh semua orang yang memercayai bahwa bisnis tersebut memiliki etika yang baik. Selain itu, dapat juga dapat menghindari citra buruk seperti penipuan, serta cara kotor dan licik. Bisnis yang memiliki etika baik biasanya tidak akan pernah merugikan bisnis lain, tidak melanggar aturan hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak kondusif pada saingan bisnisnya dan memiliki izin usaha yang sah

beberapa manfaat yang di dapatkan dalam penerapan etika dalam perusahaan adalah sebagai berikut :

1.      Mendapat kepercayaan dari pelanggan

Perusahaan yang menerapkan etika bisnis yang baik akan mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan. Hal itu dikarenakan hubungan baik yang dilakukan oleh karyawan baik itu berupa sikap menghargai pelanggan, maupun sifat terbuka dan kejujuran terhadap pelanggan. Tentunya hal itu akan berdampak  bagi perusahaan karena ada kemungkinan pelanggan akan merekomendasikan hasil bisnisnya dengan perusaahaan  kepada orang lain. 

2.      Mendapat citra positif dimata pelanggan.

Hubungan yang baik antara perusahaan dan pelanggan merupakan sebuah prestasi. Prestasi ini akan dikenal oleh masyarakat dan akan menjadi pertimbangan calon pelanggan yang ingin menjalin bisnis dengan perushaan. Hal ini akan memudahkan perusahaan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Etika dalam perusahaan akan menjadi budaya yang khas yang akan membuatnya lebih unggul.

3.      Perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan.

Pelanggan yang sudah percaya terhadap perusahaan akan mendatangkan keuntungan yang maksimal dan terus-menerus.Terciptanya hubungan kerja yang baik antara anggota perusahaan.

Adapun etika bisnis perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, dimana diperlukan suatu landasan yang kokoh untuk mencapai itu semua. Dan biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

 

Prinsip-prinsip Etika Bisnis

Dalam etika bisnis, terdapat prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut mempunyai patokan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja perusahaan tersebut. Prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis tidak bisa lepas dari kehidupan kita sebagai manusia. Prinsip-prinsip etika bisnis biasanya terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat Contohnya, sistem Nilai yang dianut oleh orang Indonesia akan mempengaruhi prinsip etika bisnis yang berlaku juga di Indonesia. Tapi, prinsip etika bisnis yang digunakan dalam bisnis sesungguhnya merupakan prinsip secara umum etika bisnis yang dapat diterapkan oleh seluruh pelaku bisnis tanpa meninggalkan sistem Nilai yang dianut tiap-tiap golongan sesuai . Sonny Keraf mengatakan bahwa secara umum terdapat lima prinsip etika bisnis yang harus diterapkan dalam kegiatan bisnis :

a.) Prinsip Otonomi

Otonomi merupakan perilaku mandiri dimana manusia dapat mengambil keputusan dan bertindak atas kemauannya sendiri dan ia dapat mempertanggung jawabkannya. Semua keputusan dan tindakan yang dilakukan harus mengikuti nilai dan norma yang berlaku. Pelaku bisnis otonom adalah orang yang tahu dan sadar akan keputusan dan tindakan yang diambilnya, serta resiko atau akibat yang timbul baik bagi dirinya dan perusahaannya maupun bagi pihak lain. Pelaku bisnis yang menerapkan sikap otonom mempunyai kebebasan dalam mengambil keputusan yang menurutnya terbaik. Kebebasan dapat membuat pelaku bisnis bisa secara kreatif dan inovatif mengembangkan bisnis sesuai dengan keinginannya.

b.) Prinsip Kejujuran

Kejujuran sangat dituntut bagi setiap pihak dalam memutuskan hubungan kerjasama serta dalam menyepakati suatu perjanjian. Jika tidak ada kejujuran dan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak, tentu pihak lain tidak akan mau lagi untuk melakukan kerja sama dengan pihak yang melakukan kecurangan.berkembangnya teknologi yang membuat informasi beredar dengan sangat cepat, kecurangan ini tentu secara cepat atau lambat pasti diketahui oleh banyak pihak sehingga dapat merusak citra suatu perusahaan. Dengan bertindak curang, para pelaku bisnis secara tidak sadar membangun kehancuran bagi bisnis yang dilakukannya karena tidak ada lagi pihak yang ingin bekerja sama.

c.) Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap bagi semua pihak untuk berlaku secara adil dimana tidak ada sikap membeda-bedakan dari semua aspek seperti aspek ekonomi, hukum dan aspek lainnya.prinsip ini menekankan untuk selalu menghargai hak dan kewajiban setiap individu. Prinsip no harm menurut Adam Smith adalah prinsip yang paling pokok yang harus ada yang memungkinkan kehidupan dan interaksi sosial manusia bisa bertahan. ( Prinsip no harm) ini juga berlaku pada kegiatan bisnis. Tanpa prinsip ini, sulit bagi pelaku bisnis untuk dapat menjalankan bisnisnya secara baik. Dalam kegiatan bisnis tidak boleh ada satu pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya mulai dari karyawan pemasok, investor sampai ke konsumen. Setiap pihak harus menjaga hubungannya dan tidak boleh saling merugikan.

Etika dalam Lingkungan Bisnis

Etika dalam lingkungan perusahaan ada dua yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Yang termasuk dalam lingkungan internal adalah para pemegang saham, direktur, manager, karyawan dan seluruh departemen yang bertanggung jawab langsung terhadap perusahaan. Sedangkan yang termasuk lingkungan eksternal perusahaan adalah para stakeholder dan masyarakat yang berada di sekitar tempat perusahaan itu berdiri.

Etika lingkungan internal perusahaan mencangkup aturan-aturan dan pedoman berprilaku yang harus dipatuhi dan di laksanakan oleh anggota internal perusahaan. Salah satu contonya adalah harus bersikap jujur dan terbuka dalam melakukan pekerjaan, sebagai atasan harus bersikap adil dan bijaksana dalam memutuskan sesuatu, anggota internal perusahaan juga harus dapat bertanggung jawab atas apapun yang telah diperbuat dalam perusahaan, dan juga tentunya harus dapat bertindak  dan bersikap sportif, realistis, kritis, rendah hati dan juga harus memiliki rasa hormat.

Selain etika bagi lingkungan internal perusahaan, perusahaan juga harus memikirkan tentang etika lingkungan eksternal perusahaan. Salah satu contoh etika perusahaan terhadap lingkungan eksternalnya adalah tidak menimbulkan gangguan atau kerusakan yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan sekitar, seperti membuang limbah hasil produksi sembarangan, membuat kebisingan sepanjang waktu, eksploitasi SDA yang berlebihan dan masih banyak lagi.

 

Pengertian dan Fungsi-Fungsi Organisasi Dalam Perusahaan

Organisasi adalah sebuah tempat bagi sekumpulan orang yang bekerja sama secara rasional serta sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan tertentu.

Sementara dalam bisnis, organisasi merupakan suatu kelompok orang yang melakukan kolaborasi untuk mencapai tujuan secara komersial dengan struktur yang jelas dan memiliki budaya kerja khusus. Fungsi organisasi menurut para ahli Stephen P Robins, adalah dapat menciptakan cara bekerja dengan rasionalitas dan dengan cara kontinyu, agar meraih tujuan bersama dari kesatuan tersebut.

Berikut beberapa penjelasan mengenai fungsi organisasi bagi kelangsungan bisnis :

1.     Memudahkan Dalam Pembuatan Perencanaan

Fungsi organisasi dalam manajemen adalah dapat memudahkan Anda dalam membuat suatu perencanaan.  Dan membuat sebuah perencanaan tersebut membutuhkan aset dan tenaga kerja karyawan dalam mencapai sebuah target baru. Namun untuk memulainya, Anda harus membuat sebuah organisasi, pentingnya fungsi organisasi ini adalah untuk mempermudah manajemen dalam membuat laporan analisis dan evaluasi terhadap kinerja perusahaan atau bisnis Anda.

 

 

2.      Mendapatkan Berbagai Informasi

Fungsi organisasi bukan hanya sebagai wadah bagi sekumpulan orang dalam sebuah perusahaan mencapai tujuan bersama. Namun fungsi organisasi tersebut dapat digunakan sebagai tempat untuk mendapatkan sebuah informasi. Dalam sebuah organisasi perusahaan, tentunya Anda akan bertemu dengan anggota lainnya. Sebab di dalam sebuah organisasi tersebut Anda akan bertemu dengan anggota lainnya. Anda bisa mendapatkan berbagai macam informasi dari  anggota lainnya, selain mendapatkan informasi secara fisik, Anda juga bisa mendapatkan informasi dengan melakukan sebuah meeting online dengan rekan kerja yang lainnya. Bertukar pendapat dan bertukar informasi merupakan hal yang dapat Anda lakukan.  Dengan fungsi organisasi seperti ini Anda akan mendapatkan berbagai hal penting yang mungkin Anda butuhkan dalam kelangsungan bisnis.

3.      Membantu Dalam Mencapai Target yang Ditentukan

fungsi organisasi bagi sebuah bisnis adalah dapat memudahkan Anda dalam mem-break down pekerjaan yang dilakukan dalam rencana kegiatan, dan organisasi tersebut akan di kelompokan menjadi satu grup sesuai dengan masing-masing jabatannya. Dan setelah di kelompokan, maka akan dibuat menjadi sebuah struktur dengan memberikan tugas masing-masing dalam grup organisasi , tujuan organisasi ini agar dapat mencapai sebuah target yang ingin di capai. 

4.      Dapat mengembangkan Keahlian Public Speaking

Menjadi seorang pemimpin, public speaking merupakan suatu hal yang paling penting dalam berkomunikasi dengan banyak orang bahkan pebisnis lainnya. Namun dalam public speaking masih saja ada seorang pemimpin yang tidak mengacu pada keahlian dalam berbicara di depan umum.Untuk melatih hal tersebut, Anda dapat memulai diri Anda dengan melatih berbicara kepada organisasi Anda, seperti seorang karyawan, maupun organisasi lainnya.Fungsi organisasi ini juga dapat mengembangkan dan melatih diri Anda dalam melakukan publick speaking, seperti menyampaikan pendapat, berpidato, dan lain sebagainya. Berawal dari mampu berbicara di depan sesama anggota organisasi, harapannya kemampuan ini akan terus berkembang ke lingkungan yang lebih luas. 

5.      Melatih Jiwa Kepemimpinan

Dalam sebuah bisnis, melatih jiwa kepemimpinan sangatlah di perlukan, tidak perlu harus memandang posisi jabatan pekerjaan Anda, tinggi rendahnya jabatan seseorang, setiap manusia arus memiliki jiwa kepemimpinan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Fungsi organisasi inilah yang sangat mempengaruhi jiwa kepemimpinan Anda.Dan apabila Anda menjadi seorang pemimpin di perusahaan Anda, maka Anda harus memiliki karakter pemimpin yang dapat membawa organisasi dan bisnis Anda menjadi maju dan berkembang. Dan di dalam sebuah organisasi juga pemimpin akan diajarkan bagaimana cara mengambil sebuah keputusan yang bijak dengan tidak merugikan pihak manapun.

 

 

6.      Memudahkan dalam Menentukan Tugas Karyawan

Fungsi organisasi selanjutnya adalah dapat memudahkan pihak perusahaan dalam membagikan tugas para karyawanya. Sehingga tugas yang di berikan karyawan tidak tumpang tindih. Dan tentunya dengan adanya fungsi organisasi tersebut membuat karyawan menjadi maksimal dalam bekerja di setiap bidangnya masin-masing. Dan hal ini akan mempercepat perusahaan atau bisnis dalam mencapai setiap target yang telah ditentukan.

 7.      Timbulnya Semangat Kerja

Yang terdapat dari sebuah fungsi organisasi dalam perusahaan atau bisnis adalah organisasi akan membuat karyawan bekerja sama dengan karyawan lainnya, yang sesuai dengan job decription yang di berikan. Dan dengan adanya sebuah organisasi tersebut, maka akan timbul hubungan yang solid antara karyawan dalam perusahaan tersebut.

 8.      Membantu Dalam Mempermudah Perhitungan Gaji

Fungsi organisasi dalam sebuah perusahaan juga dapat membantu Anda pemilik bisnis dalam mengatasi kesulitan keuangan dalam hal perhitungan remunerasi karyawan. Yang dimana dalam perhitungan tersebut di lihat sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab yang diberikan, dan sesuai dengan posisi jabatan karyawan tersebut. Dimana apabila karyawan tersebut memiliki posisi level jabatan yang tinggi, maka akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan remunerasi yang diterima juga akan semakin besar.

 

Dengan adanya sebuah organisasi inilah yang membuat perhitungan beban gaji karyawan menjadi lebih efesien. Namun bagi Anda pebisnis yang ingin memiliki pembukuan yang rapih dan memiliki laporan yang lengkap dan penjumlahan yang tepat mengenai pengeluaran uang untuk membayar sebuah gaji karyawan, Anda bisa menggunakan software accounting service, untuk memudahkan Anda dalam menghitung segala pembukuan Anda dalam tiap bulannya. 

Organisasi dalam sebuah bisnis adalah element yang sangat penting dalam rencana pengembangan yang lebih baik. Jika organisasi yang dijalankan  baik, maka manfaat organisasi akan membuat bisnis Anda menjadi lebih optimal. Dan dengan adanya sebuah organisasi dalam bisnis akan membawa implikasi yang luas dan akan membangun hubungan baik antar karyawan. 

Namun dalam sebuah organisasi, tentu dibutuhkan pemikiran yang sistematis dan efisien dalam melakukan berbagai hal termasuk dalam mengatur keuangan dan memiliki catatan keuangan yang transparan dan rapi agar bisa diketahui oleh seluruh anggota organisasi.Organisasi juga membutuhkan sistem keuangan yang baik untuk terus menjaga organisasi tetap berjalan dengan baik. Apalagi sistem itu dengan mudah diakses, mudah digunakan dan harga yang terjangkau mengingat kondisi finansial organisasi berbeda dengan kondisi finansial sebuah perusahaan atau korporasi.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis.

Di dalam persaingan dunia usaha yang sangat ketat ini, etika bisnis merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat ditawar lagi. Dalam zaman keterbukaan dan luasnya informasi saat ini, baik-buruknya sebuah dunia usaha dapat tersebar dengan cepat dan luas. Memposisikan karyawan, konsumen, pemasok, pemodal dan masyarakat umum secara etis dan jujur adalah satusatunya cara supaya dapat bertahan di dalam dunia bisnis saat ini. Ketatnya persaingan bisnis menyebabkan beberapa pelaku bisnisnya kurang memperhatikan etika dalam bisnis.

Etika bisnis mempengaruhi tingkat kepercayaan atau trust dari masingmasing elemen dalam lingkaran bisnis. Pemasok (supplier), perusahaan, dan konsumen, adalah elemen yang saling mempengaruhi. Masing-masing elemen tersebut harus menjaga etika, sehingga kepercayaan yang menjadi prinsip kerja dapat terjaga dengan baik.

Etika berbisnis ini bisa dilakukan dalam segala aspek. Saling menjaga kepercayaan dalam kerjasama akan berpengaruh besar terhadap reputasi perusahaan tersebut, baik dalam lingkup mikro maupun makro. Tentunya ini tidak akan memberikan keuntungan segera, namun ini adalah wujud investasi jangka panjang bagi seluruh elemen dalam lingkaran bisnis. Oleh karena itu, etika dalam berbisnis sangatlah penting.

 

Saran

Perlu adanya sadar diri didalam hati para pegawai didalam perusahaan yang ingin menerapkan etika didalam bisnis agar tidak adanya kecurangan atau kebohonganyang terjadi pada perusahaan itu nantinya dan perlu diterapkannya sanksi atau hukuman yang berat apabila ada salah satu pegawai yang melanggarnya, sehingga etika didalam bisnis pun dapat berjalan dengan baik dan lancar di perusahaan tersebut. Dari kesimpulan diatas untuk memimpin didalam suatu organisasi harus mempunyai dasar-dasar kepemimpinan agar bisa mengendalikan dan mengintegrasikan bawahannya. Setiap amanah yang sudah diberikan oleh atasan harus dikerjakan dengan tanggung jawab.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hasoloan, A. (2018). Peranan etika bisnis dalam perusahaan bisnis. Warta Dharmawangsa, (57). https://core.ac.uk/download/pdf/249332869.pdf

Fadhil.Juni28th,2020.TujuanDanManfaatEtikaBisnis. https://softwareaccuratejkt.com/2020/06/28/tujuan-dan-manfaat-etika-bisnis/

Fahmi, I. (2013). Etika Bisnis. Bandung: Alfabeta. http://file.heryan.web.id/PKN%20STAN/Bahan%20Ajar%20Kuliah/D1%20Pajak/Semester%202/9.%20Etika%20PNS/P5.%20ETIKA%20BISNIS.pdf?i=1

Romindo, R., Niar, H., Sipayung, R., Julyanthry, J., Yendrianof, D., Pelu, M. F. A., ... & Purba, B. (2020). Sistem Informasi Bisnis. Yayasan Kita Menulis. https://www.harmony.co.id/blog/simak-fungsi-organisasi-untuk-kelangsungan-bisnis-anda

 

 


Komentar